Kamis, 01 Desember 2011

# Realita Kondisi Sosial dan Ekonomi Para Pedagang Asongan Terminal Sebagai Penopang Kehidupan Keluarga


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


A.    JUDUL
Realita Kondisi Sosial dan Ekonomi Para Pedagang Asongan Terminal Sebagai Penopang Kehidupan Keluarga (Studi Kasus Terminal di Kabupaten Kudus)

B.     IDENTITAS
NAMA                        : RETNO MARDELIA SARI
NIM                            : 3401409013
ROMBEL                   : 1 (SATU)

C.    PENDAHULUAN
                               I.            LATAR BELAKANG
Sejak krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1997 Yang dimulai dari terpurknya nilai rupiah kemudian berdampak pada permintaan masyarakat akan barang dan jasa berkurang. Hal ini menyebabkan pelaku bisnis mulai kebingungan sehingga pengangguran semakin meningkat yang diakibatkan oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pemutusan Hubungan Kerja besar-besaran pada waktu itu tentunya membawa dampak yang besar pula pada kelangsungan hidup masyarakat dibidang ekonomi.
          Gelombang PHK yang lebih dahsyat melanda saat perekonomian mengalami kontraksi di tahun 1998. Pertumbuhan ekonomi di tahun tersebut minus 13,13% memaksa lebih banyak perusahaan mengurangi skala usahanya yang berdampak pada PHK meningkat menjadi 127.735 orang dari 81 perusahaan. Angka pengangguran menjadi melonjak 5,1 juta orang atau 5,46 dari jumlah angkatan kerja saat itu mencapai 92,7 juta orang. Pada tahun 2002,angka pengangguran meningkat seperti yang dilaporkan BPS.yakini mencapai 9,13 juta orag atau 9,06 dari jumlah angkatan kerja di Indonesia.
            Menurut sekertaris jendral Departemen tenaga kerja,Tjepy F.aloewiel,angka pengangguran meningkat lagi tahun 2004 yakni sebanyak 10,83 juta orang atau 10,32% dari angkatan kerja sudah termasuk 2,10 juta jiwa angkatan kerja baru(dalam Malik,dkk 2004:2). Di jawa tengah pada tahun 2002 penduduk usia kerja sebanyak 25.965.534 orang. Dari jumlah tersebut yang telah bekerrja sebanyak 56,81%. Sementara yang masih mencari pekerjaan 3,7% sekolah 17,83%,rumah tangga 15,00% dan lain-lain.6,57 (Biro Pusat Statistik,2004:42)
            Kemiskinan yang mengimpit masyarakat membawa pengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi di Negara kita. Orang-orang miskin terpaksa harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Lebih-lebih untuk mereka yang tinggal di kota,karena persaingannya begitu ketat. Kemiskinan yang melanda Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor,salah satunya ialah faktor PHK. PHK memicu pengangguran terbesar. Seseorang yang tadinya menggantungkan hidupnya dan keluarganya pada upah perusahaan,menjadi kehilangan segalanya setelah adanya kasus PHK.  Perusahaan menetapkan PHK kepada para karyawan nya pastilah karena beberapa alasan,entah karena perusahaan sedang sepia atau langkanya bahan baku perusahaan mereka.  Kerap kali masalah PHK menjadi pemicu aksi demonstrasi masyarakat,tuntutan dan pesangon mereka lah yang menjadi alasan karyawan untuk melakukan aksi demonstrasi. Semakin banyaknya gelombang PHK membawa banyak perubahan. Perubahan yang Nampak adalah dibidang ekonomi. Adanya perubahan ekonomi di Negara kita ini membawa dampak juga pada kondisi masyarakat kita. Seseorang yang tadinya bekerja dan mendapat jaminan sosial dari perusahaan dimana ia bekerja,setelah adanya PHK kini harus mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak hal yang dilakukan masyarakat untuk dapat bertahan hidup. Tidak dipungkiri setelah adanya PHK tingkat pengangguran menjadi semakin  tinggi di Indonesia. Berbagai cara mereka lakukan untuk memperbaiki perekonomian keluarga setelah mereka diPHK. Ada yang melamar berbagai pekerjaan di perusahaan-perusahaan sesuai komampuan mereka,tetapi ada pula yang mencari jalan lain seperti berdagang atau berwirausaha.
Berwirausaha adalah salah satu cara yang kerap kali dilakukan oleh seseorang yang telah putus asa dalam mencari pekerjaan. Bagi mereka yang memiliki modal yang besar,akan mendirikan usaha-usaha dagang yang lumayan besar pula. Tapi bagi mereka yang mempunyai pesangon kecil dari perusahaan,mungkin hanya bisa melakukan usaha kecil-kecilan,atau bahkan hanya usaha didepan rumah saja. Bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk berwirausaha,mereka akan memilih berdagang. Disamping tidak memerlukan banyak modal,juga kemungkinan buruknya amat kecil. Jika memiliki suatu usaha,maka akan membutuhkan banyak penunjang,seperti peralatan,bahan baku,dan tenaga kerja. Berdagang akan terlihat lebih praktis,karena bisa dikerjakan sendiri tanpa pegawai,dan juga kemungkinan terburuknya tidak begitu mengkawatirkan.
Berdagang dapat dilakukan dimana saja,baik di rumah,di pinggir jalan atau bahkan di tempat-tempat umum seperti terminal. Para pedagang yang ada di terminal bus,mereka mengais rejeki dengan menjajakan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh para calon penumpang. Para calon penumpang kerap kali membutuhkan barang-barang ekstra yang tak terduga,untuk itu kejadian seperti itu dimanfaatkan oleh para pedagang di terminal untuk menjual dagangan.   Mereka berusaha untuk menjadi penjual dengan ramah,untuk dapat menarik minat para calon pembeli. Barang-barang yang mereka jajakan biasanya seputar makanan,minuman.dan obat-obatan. Tidak hanya itu saja,tetapi mereka juga menjual kebutuhan lainnya seperti mainan anak-anak dan oleh-oleh. Para penumpang kerap kali membutuhkan sesuatu yang lupa dibawa atau dibeli sehingga kesempatan seperti itu dimanfaatkan oleh para pedagang.Para pedagang berusaha menyediakan kebutuhan apapun yang diinginkan penumpang,maksudnya ialah agar barang dagangan mereka dapat laku,dan mereka bisa mendapat keuntungan dari situ. Keuntungan yang mereka dapat mugkin tidak besar,tapi kehidupan mereka sangat bergantung dari keuntungan dagangan tersebut.
Terminal adalah lokasi yang cukup ramai dipadati banyak orang,baik penumpang maupun para penyedia jasa seperti pengendara bus,para penjual tiket,dan para pedagang. Hampir tidak ada sepinya,baik siang ataupun malam,karena banyak bus yang melaju terus selama  waktu 24jam tiada henti. Itulah sebabnya mengapa para pedagang tetap berdagang hingga larut malam,bersiap dalam kondisi apapun utuk tetap menyediakan kebutuhan bagi para penumpang kapanpun. Kondisi terminal yang selalu ramai dengan hiruk pikuknya,memberikan keuntungan tersendiri bagi para pedagang disana, Karena di terminal lah mereka mengais rejeki untuk kelangsungan hidup dirinya dan keluarga. Keramaian mungkin lebih terlihat saat siang hari,bagaimana para penumpang berduyun-duyun berada di terminal,baik datang,maupun berangkat ke arah tujuan masing-masing.
Terminal menjadi peluang usaha bagi para pedagang,terbukti bahwa puluhan pedagang berdagang ditempat umum itu. Maka tidak sulit untuk kita mencari berbagai kebutuhan di terminal. Tidak perlu kita susah-susah menyambangi kios,tapi justru pedagang yang menyambangi kita. Mereka bersaing satu sama lain,melengkapi segala kebutuhan para pengguna terminal. Harga yang mereka tawarkan pun sangat beragam dari satu pedagang ke pedagang yang lain. Ada yang berani menawarkan dengan harga tinggi,adapula yang berani dengan harga murah,tergantung kualitas barang tersebut. Terbukti bahwa terkadang kita merasa rugi atau untung jika membeli di terminal. Harga yang mereka tawarkan pun masih bisa ditawar sesuai keinginan kita.
Disekitar terminal adapula kios-kios yang menyediakan kebutuhan bagi pengguna terminal lainnya seperti para supir bus,kondektur bus,pegawai keamanan terminal,dan para calo tiket. Kios kios tersebut berupa warung makan,kios penjual pulsa handphone,dan penyedia jasa pijat. Yang kerap kali berada diterminal ialah para calo tiket,karena jam kerja mereka tak terbatas,mengikuti kedatangan penumpang.
Para pedagang tidak lantas mulus-mulus saja berdagang di terminal,karena disana pun ada persaingan antar pedagang. Terlebih-lebih jika ada pedagang yang baru.pasti tidaka akan dibiarkan berdagang seenaknya. Para pedagang lama menganggap bahwa para pedagang baru tersebut mengambil daerah kekuasaan nya untuk berdagang. Konflik kerap kali terjadi,karena harga ataupun karena pelanggan. Tingkat emosi mereka sangat labil,karena mereka tidak dapat menghargai kepentingan umum. Banyaknya jumlah pedagang juga menjadi faktor rentannya persaingan diterminal . Para pedagang harus bersaing untuk menarik minat pembeli dengan berbagai cara. Barang-barang yang mereka jual relative sama,yaitu kebutuhan-kebutuhan calon penumpang yang akan bepergian. Pertengkaran mulut sering terdengar di sana,apabila ada pedagang yang menyerobot pembelinya. Itulah yang sering menjadi kendala berdagang di terminal,karena persaingan antar pedagang sangat terasa.
 Belum lagi masalah pungutan liar dari preman-preman terminal ,juga kerap kali membuat hasil laba mereka menjadi lebih sedikit. Para pemungut liar tersebut,tiap hari menarik beberapa ribu kepada pedagang-pedagang di terminal,dengan alasan keamanan. Mitis bukan melihat orang sekecil pedagang masih harus tertindas oleh tindaka tidak bertanggung jawab seperti itu. Masyarakat kita semakin tersiksa dengan adanya tindakan-tindakan negative  dari oknum-oknum tertentu  seperti itu.

                            II.            RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang dikemukakan di atas maka penulis menarik permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa yang menjadi faktor para pedagang berminat berdagang di terminal?
2.      Bagaimana persaingan yang terjadi antar pedagang di terminal?
3.      Bagaimana cara kerja pedagang diterminal dalam menjajakan dagangannya?
4.      Apakah hasil yang didapat dari berdagang di terminal dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari?


                         III.            TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.      Mengetahui faktor penarik minat pedagang untuk berdagang di terminal.
2.      Mengetahui adanya persaingan antar pedagang.
3.      Memahami cara kerja pedagang diterminal dalam berdagang.
4.      Mencermati hasil yang didapat,apakah sesuai kebutuhannya ataukah tidak.

                         IV.            MANFAAT
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1.      Secara praktis : Memberikan pengetahuan baru tentang kehidupan para pedagang yang berdagang diterminal.
2.      Secara teoritis  : Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pengembangan faktor sosial dan ekonomi khususnya. Dapat pula menjadi acuan peneliti selanjutnya


D.    LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
I.       LANDASAN  TEORI
Secara teoritis kelompok masyarakat yang diperkirakan paling terpukul dengan adanya situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan adalah mereka yang termasuk kelompok masyarakat yang tidak stabil.mudah tergeser,rapuh,dan jauh dari jangkauan pembangunan. Kelompok inilah yang lazim disebut massa rentan.kelompok marginal,atau masyarakat miskin.
Membicarakan kebutuhan pokok mausia tidak terlepas dari aspek jasmaniah dan rohaniah. Manusia membutuhkan makanan,tempat tinggal,air,udara dan pemeliharaan kesehatan disamping kebutuhan rohaninya.
Golongan kebutuhan dasar inipun seperti penentuan kriteria kesejahteraan memang sangat sulit,sebab cenderung subjektif.
Elishabet Nichold menegemukakan empat dasar kebutuhan manusia yaitu: kebutuhan kasih saying,kebutuhan untuk merasa aman,kebutuhan untuk mencapai sesuatu dan kebutuhan keluarga.
Abraham H Maslowmenyebutkan 4 macam kebutuhan dan menyusunnya dalam skala prioritas sebagai berikut :
·         Kebutuhan pokok fisiologis
·         Kebutuhan keselamatan dan keamanan dari bahaya luar
·         Kebutuhan akan cinta,kemesraan,dan aktivitas sosial
·         Kebutuhan diri mencapai sesuatu
(Sumarnonugroho,1991:6)
Penelitian ini juga mengungkap tentang bagaimana konfik yang terjadi antar pedagang yang ada di terminal untuk menjajakan dagangannya. Dalam kehidupan pedagang di terminal,kerap kali timbul persaingan yang dilakukan oleh para pedagang. Persaingan tersebut memunculkan konflik yang kerap kali menimbulkan suasana dan kondisi yang tidak nyaman. Konflik yang terjadi dapat berupa sindir-sindiran,ataupun pertengkaran fisik,itu semua terjadi Karena persamaan kepentingan yaitu mencari konsumen sebanyak-banyaknya agar barang yang ia tawarkan dapat laris terjual.

II.    TINJAUAN PUSTAKA
1.      Tinjauan tentang kemiskinan
            Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh manusia. Kemiskinan itu sama dengan usia kemanusiaan itu sendiri dan implikasi permasalahannya dapat melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia walaupun seringkali tidak disadari kehadirannya sebagai maslah oleh manusia yang bersangkutan (suparlan,1984:11)
Gejala kemiskinan di kota erat kaitannya dengan angkanya peluang kerja yang produktif . Langkanya peluang kerja membuat masayarakat dari lapisan bawah makin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perkiraan kebutuhan hanya mengacu pada kebeutuhan pokok atau dasar minimum untuk hidup layak. Bila pendapatan seseorang atau keluarga tidak memenuhi kebutuhan minimum,maka orang atau keluarga itu dapat dikategorikan miskin. Tingkat pendapatan atau kebutuhan minimum merupakan garis pembatas anatara miskin dan tak miskin. Jadi kemiskinan tidak lahir dengan sendirinya juga tanpa sebab,tetapi kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan sosial.(cahyono,2005:9)
            Sebagian besar warga miskin tersebar diberbagai kota besar di Indonesia,warga miskin ini merupakan masyarakat  pinggiran yang merupakan korban dari krisis global,dengan segala keterbatasan yang ada mereka berusaha bertahan hidup. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain adalah rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki.serta rendahnya penguasaan atas asset sumber daya produksi. Selain itu posisi dalam bidang politik juga cenderung berpihak pada posisi bukan sebagai pihak pengambil kebijakan,melainkan hanya sebagai anggota masyarakat biasa yang mentaati segala aturan dan kebijakan politik semata.
            Indonesia merupakan Negara berkembang dimana perekonomian belum stabil,sehingga terjadi banyak perubahan di bidang ekonomi yang mengakibatkan kemiskinan. Kemiskinan di Indonesia ini merupakan kemiskinan structural yaitu kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat itu tidak  sepenuhnya dapat menikmati hasil dari sumber-sumber pendapatan sebab masyarakat itu tidak sepenuhnya dapat menikmati hasil dari sumber-sumber pendapatan,sebab masyarakat tersebut tidak dapat memanfaatkan dan mengelola sumber-sumber pendapatan tersebut. Dengan keterbatasan kemampuan,ketrampilan,dan tingkat pendidikan yang tidak memadai,maka masyarakat dai golongan miskin tidak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.
            Masyarakat golongan miskin akan dapat mnikmati hasil dari sumber-sumber pendapatan yang ada dengan bekerja pada pihak-pihak yang memanfaatkan sumber-sumber pendapatan yang ada dengan bekerja pada pihak-pihak yang memanfaatkan sumber-sumber tersebut. Pendapatan tersebut baru setelah itu hasilnya dapat dinikmati dengan cara upah yang diterimanya digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangganya. Mereka tidak sepenuhnya dapat menikmati hasilnya sebab upah yang diterimanya hanya sebagian kecil dari hasil usahanya (suparlan,1984)
Dan kemiskinan di Indonesia ternyata merupakan maslah yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Hal ini membawa dampak buruk bagi masayarakat,antara lain:
·         Tingkat kesejahteraan masayarakat yang rendah
·         Tingkat pendidikan masayarakat yang minim
·         Tingginya tingkat kriminalitas
·         Masalah lingkungan
·         Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat
            Kemiskinan dapat diukur dengan ata tanpa mengacu pada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu pada garis kemiskinan disebut kemiskina relatif yaitu suatu ukuran mengenai kesenjangan didalam distribusi pendapatan yang biasanya dapat didifinisikan didalam kaitannya dengan tingkatan rata-rata dari distribusi yang dimaksud. Sedangkan konsep yang tidak mengacu pada garis kemiskinan absolut,yaitu konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan,maksudnya derajat dari kemiskinan di bawah,di mana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat dipenuhi (Tambunan,2003:84)
            Sudah jelas bahwa keemiskina merupakan maslah penting bagi Negara yang berkembang termasuk Indonesia,oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk menanggulangi kemiskinan. Di Indonesia banyak progam yang dicanangkan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan baik secara langsung maupun tidak langsung,antara lain dengan keluarga berencana,pengucuran dana inpres,pendidikan,kesehatan,perbaikan sarana transportasi dan lainnya adalah upaya yang secara tidak langsung bertujuan untuk memerangi kemiskinan. Namun terdapat  pula sejumlah upaya yang langsung diberikan melalui progam antara lain: pola cultural,pola magang,gagasan tentang keterbatan (sairin,2002:283-285)

2.                  Kesejahteraan Sosial
            Konsep kesejahteraan sosial banyak dikemukakan oleh para ahli dan lembaga yang memperhatikan dan tertarik pada masalah kesejahteraan sosial,ketertarikan ini disebabkan semakin banyaknya permasalahan kesejahteraan sosial yang ada. Adapun para ahli atau lembaga yang memberikan pengertian kesejahteraan sosial adalah sebagai berikut:
·         Di Indonesia  pengertian kesejahteraan sosial dituangkan dalam UU No 6/1974 Tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial pada pasal 2 ayat 1 yang berbunyi : “Kesejahteraan adalah suatu tanatanan kehidupan dan penghidupan sosial material maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan,kesusilaan,dan ketentraman lahir batin yang mungkin bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan jasmani,rohani,sosial yang sebaik-baiknya bagi diri sendiri,keluarga,masyarakat,dengan menjunjung tinggi hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan pancasila (Sumarnonugroho,Lembar Negara Indonesia No 53/1974)
·         Walter Fredlander menyatakan kesejahteraan sosial adalah system yang terorganisasi daripada pelayanan sosial dari lembaga-lembaga yang bermaksud untuk membantu individu-individu dan kelompok-kelompok mencapai standart kehidupan dan kesehatan yang memuaskan serta hubungan perorangan sosial yang memungkinkan mereka memperkembangkan segenap kemampuan dan meningkatkan kesejahteraan mereka selaras dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok dan masyarakat (Sumarnugroho,1987:31)
·         Perserikatan Bangsa-Bangsa
Kesejahteraan sosial adalah suatu kegiatan yang terorganisasi dengan tujuan membantu penyesuaian timbale balik antara individu dengan lingkungan sosial mereka,tujuan ini dicapai secara seksama melalui teknik-teknik dan metode-metode dengan maksud agar supaya kemungkinan individu-individu,kelompok-kelompok maupun komunitas-komunitas-komunitas memenuhi kebutuhan-kebutuhan dengan memecahkan masalah. Penyesuaian mereka terhadap perubahan pola masyarakat serta melalui tindakan kerjasama untuk memperbaiki kondisi sosial (Surmonugroho,1987:32)    

Masalah-masalah kesejahteraan sosial menurut jenisnya:
·         Ketergantunga ekonomi
·         Ketidaksesuaian menyesuaikan diri
·         Kesehatan yang buruk
·         Kurang atau tidak adanya pengisian waktu senggang atau rekreasi
·         Kondisi sosial penyediaan dan pengelolaan pelayanan sosial yang kurang  atau tidak baik

E.    METODOLOGI
                                     I.      Dasar penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.dimana didalam penelitian ini selain mengambil data yang dituntut,penejelasan berupa profil pedagang yang mengais rejeki di terminal dan bentuk perselisihan dengan pedagang lainnya. Dengan begitu pembaca akan mengerti tentang bagaimana para pedagagang bersaing di terminal dalam menjajakan dagangannya. Dalam studi kasus ini kelompok yang diteliti yaitu kehidupan sosial para pedagang di terminal,kasus-kasus perselisihan antar pedagang,dan konsumen. Sedangkan permasalahan pentingnya meliputi bagaimana profil pedagang diterminal dan kondisi sosialnya.

                               II.   Lokasi Penelitian
            Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti melakukan kegiatan penelitiannya. Lokasi penelitian dalam penelitian dalam penelitian ini adalah wilayah terminal kabupaten kudus dimana terminal merupakan tempat yang ramai akan masyarakat,yaitu para calon penumpang.

                               III.      Fokus Penelitian
            Fokus penelitian merupakan salah satu unsure atau fenomena yang dijadikan sebagai bahan penelitian. Fokus adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Waluyo,1990:61)
Adapun yang menjadi focus penelitian ini adalah :
1.        Profil pedagang yang mengais rejeki di terminal
2.        Kasus perselisihan yang kerap menimpa antar pedagang

IV.    Sumber Data Penelitian
            Sumber data yang dimanfaatkan peneliti untuk mengumpulkan data adalah dari :

1.        Data Primer
                     Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah para pedagang yang berada di terminal.
            Informan dalam penelitian ini adalah keluarga pedagang,pengguna terminal dan pihak konsumen.

2.         Data Sekunder
               Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya,dalam hali ini buku-buku,dokumen dan sumber lain yang relevan. Sumber data kualitatif adalah kata-kata,data selebihnya merupakan data tambahan dan lainya (Moleong 2002:42)

V.       Metode Pengumpulan Data
            Prosedur pengumpulan data adalah proses pengadaan data untuk keperluan penelitian. Melalui langkah-langkah seperti dibawah ini :
1.             Observasi
Pada dasarnya observasi sebagai metode utama untuk mendapatkan informasi dimana peneliti melihat perilaku dalam keadaan alamiah,melihat dinamika,melihat gambaran perilaku berdasarkan situasi yang ada (Black and Champion 1999:285)
               Tujuan utama dari observasi ini adalah untuk mengamati perilaku manusia yang kerap kali berkonflik dengan orang lain sehingga memungkinkan kita memandang tingkah laku sebagai proses.
Adapun yang penulis observasi sehubungan dengan metode observasi adalah sebagai berikut :
·         Gambaran umum lokasi penelitian yaitu terminal Kudus
·         Gambaran mengenai pekerjaan sebagai pedagang
·         Kegitan para pedagang di terminal
·         Kondisi sosial dan ekonomi para pedagang
·         Konflik antar pedagang
               Dalam menggunakan teknik observasi yang terpenting adalah mengandalkan pengamatan dan ingatan peneliti. Akan tetapi untuk mempermudah pengamatan dan ingatan maka penelitian ini menggunakan :
·         Catatan-catatan
·         Kamera digital
·         Pengamatan

2.            Wawancara
               Dalam penelitian ini akan melakukan wawancara secara mendalam (indept interview) antara penulis penulis dengan informan pendukung untuk  mendapatkan data mengenai profil pedagang di terminal,kondisi sosial ekonomi,dan konflik yang kerap menimpa para pedagang di terminal.
Dalam penelitian ini penulis akan mewawancarai orang-orang yang mempunyai hubungan langsung dengan para pedagang antara lain :
·         Para pedagang di terminal
·         Pengguna terminal
·         Konsumen

3.            Dokumentasi
               Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal variable yang berupa catatan,surat kabar,majalah,notulen dan sebagainya (Arikunto,1997:236)
Pada dasarnya tujuan penggunaan baha dokumen yaitu untuk melukiskan umum. Adapun yang termasuk di dalam dokumentasi antara lain : otobigrafi,surat-surat pribadi,buku,surat kabar,dokumen pemerintah,cerita roman,dan cerita rakyat (Koentjoroningrat,1981;48)

VI.       Teknik Analisis Data
               Teknik analisi data adalah proses penyusunan dalam mengkategorikan data,mencari pola dengan maksud memahami maknanya (Nasution,1996:32). Dalam penelitian ini data yang diperoleh bersifat kualitatif maka analisa data yang digunakan adalah sesuai dengan data kualitatif,yaitu analisis kualitatif.
1.      Pengumpulan data
               Dilakukan dengan cara pencarian data yang diperlukan terhadap berbgai jenis data yang diperlukan terhadap berbagai jenis data yang ada di lapanan kemudian melakukan pencatatan.
2.      Pengeditan data
               Pengeditan data adalah pemeriksaan kembali informasi-informasi dab berkas-berkas jawaban dari responden dan apbila data yang diperoleh kurang lengkap maka dapat ditambah kembali
3.      Kategori data
               Kategori data adalah penyusunan secara berurutan dari data-data yang telah masuk berdasarkan pemikiran,pendapatan,dan kriteria-kriteria data yang diperlukan
4.      Analisis data
               Adapun analisi data ini menggunakan metode analisis kualitatif  yang merupakan proses yang dimulai dari sejak pengumpulan data dilapangan yang kemudian diperiksa, diatur, diurutkan, dikelompokkan kemudian dianalisis sehingga menghasilkan data deskriptif.


DAFTAR PUSTAKA

Black,James A dean J champion.1999.Metode masalah penelitian sosial.Bandung:Refika Aditama
Faisal,Sanafiah .1992. Format-format Penelitian Sosial.LP3S;Jakarta.
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial No 157 Maret 1997.
Muhidin,Syarif.1992.Pengantar Kesejahteraan Sosial.STKS;Bandung
Sumardi,Mulyono.1982.Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok.Cv.Rajawali;Jakarta
Soetarso.1981.Pelayanan Sosial dan Kebijakan Sosial.STKS;Bandung
Nawawi,Hadari.1998.Metode Penelitian Bidang Sosial.Gajahmada University Press;Jogjakarta

PANDUAN OBSERVASI

Observasi pada penelitian ini dilakukan disatu tempat,adapun yang menjadi focus dalam penelitian ini antara lain :
1.      Gambaran umum lokasi penelitian yaitu terminal bus Kabupaten Kudus
2.      Gambaran mengenai profil pekerjaan sebagai pedagang di terminal bus
3.      Kegiatan pedagang saat bekerja di terminal bus
4.      Kondisi sosial ekonomi pedagang terminal bus
5.      Komunitas pedagang terminal bus


PANDUAN WAWANCARA
(Pedagang di terminal)

A.    IDENTITAS
Nama                           :
Umur                           :
Alamat                                    :
Pekerjaan                     :
Jenjang Pendidikan     :

B.     Pertanyaan kepada Pedagang terminal bus
1.      Sejak kapan anda bekerja di terminal?
2.      Apakah yang melatarbelakangi anda bekerja sebagai pedagang di terminal?
3.      Mengapa anda memilih bekerja sebagai pedagang di terminal?
4.      Pada jam berapa biasanya anda bekerja?
5.      Pada saat apa konsumen di terminal ini ramai?
6.      Bagaimana anda menarik minat konsumen di terminal?
7.      Berapa rata-rata pendapatan anda dalam sehari?
8.      Berapa tanggungan anda di keluarga?
9.      Apakah cukup penghasilan anda untuk menghidupi keluarga anda?
10.  Apakah anda mempunyai pekerjaan sampingan selain pekerjaan ini?
11.  Pernahkah menemui kendala dalam bedagang di terminal?
12.  Bila pernah,bagaimana menanggapinya?
13.  Pernahkan bertikai dengan para pedagang lainnya?
14.  Bila pernah,apa penyebabnya?
15.  Apakah saudara menikmati pekerjaan ini?





PANDUAN WAWANCARA
(Konsumen)


A.    IDENTITAS
Nama                           :
Umur                           :
Alamat                                    :
Pekerjaan                     :
Jenjang Pendidikan     :

B.     Pertanyaaan Pada Konsumen
1.      Bagaimana pendangan anda pada pekerjaan pedagang di terminal ini?
2.      Apakah anda termasuk orang yang membutuhkan keberadaan pedagang tersebut?
3.      Bagaimana sikap para pedagang ketika menawarkan dagangan kepada konsumen seperti anda?
4.      Pernahkah anda dipaksa untuk membeli barang–barang yang di tawarkan pedagang tersebut?
5.      Jika pernah,seperti apa bentuk pemaksaanya?



0 komentar:

Posting Komentar

S P I R I T

Dalam Hidup Ini Semua Ada Waktunya ,

Ada Waktu nya Kita Merasakan Kebahagiaan,

Ada Juga Saatnya Kita Merasakan Kekecewaan,,

Layaknya Kuncup Bunga Yang Ada Waktunya Untuk Mekar,

Begitupun Dalam Kehidupan Ini,Yang Semua nya Ada Waktu nya Untuk Menjadi Indah.