Jumat, 06 Januari 2012

KEPRIBADIAN

BAHAN AJAR


A.  Pengertian Kepribadian
Beberapa Definisi mengenai Kepribadian Menurut para ahli, adalah sebagai berikut:
1.    M.A.W. Brower
Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
2.    Theodore M. Newcomb
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (predispositions)yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
3.    J. Milton Yiager
Kepribadian adalah keseluruhan dari perilaku seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
4.    Jhon E. Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
Dari berbagi definis mengenai kepribadian yang telah dijelaskan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur-unsur kepribadian seseorang meliputi.
1.    Dorongan (drives)
a.       Kehendak
b.      Nafsu
2.    Naluri (Insting)
3.    Emosi
4.    Perangai
5.    Intelegensi
6.    Bakat

B.  Faktor-faktor dalam Perkembangan Kepribadian
1.    Faktor Biologis
Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan bilologis tertentu, seperti memilki dua tangan, panca indera, kelenjar seksual dan otak yang rumit. Persamaan bilologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang. Setiap warisan bilogis seseorang bersifat unik. Artinya tidak seorang pun yang mempunyai karakteristik fisik yang sama, bahkan anak kembar sekalipun.Hal lain yang memengaruhi kepribadian seseorang adalah kematangan biologis.
Tidak semua faktor karakteristik fisik seseorang menggambarkam kepribadian seseorang. Misalnya orang gemuk adalah orang yang periang, orang yang keningnya lebar adalah orang yang cerdas, orang yang berambut merah berwatak mudah marah, dan orang denan rahang lebar mmempunyai kepribadian kuat. Anggapan seperti itu lebih banyak disebabkan apriori masyarakat yang dilatar belakangi oleh kondisi budaya setempat.
Namun, harus diakui bahwa karakteristik fisik dapat pula menjadi faktor penentu dalam perkembangan kepribadian sesuai dengan bagaimana mendefinisikan dan diperlukan dalam masyarakat dan oleh kelompok acuan.
2.     Faktor Geografis (Lingkungan fisik)
Orang-orang aborigin harus berjuang lebih gigih untuk berjuang hidup, sementara bangsa Samoa hanya memerlukan sedikit waktu untuk mendapatkan makanan yang akan dimakan sehari-hari karena alamnya lebih subur. Beberapa suku bangsa di Uganda mengalami kelaparan erkepanjangan karrena lingkungan alam tempat mereka mencari nafkah telah banyak yang rusak. Mereka menjadi orang-orang yang tamak dan rakus. Perkelahian anatra mereka sering terjadi karena saling berebut makanan untuk sekedar memmpertahankan hidup.
Dari uaraiana diatas maka jelaslah bahwa lingkungan fisk atau lingkungan geografis sangatah memengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Namun, banyak para ahli sosiologi menganggap hal ini sebagi faktor yang cukup penting dibandingkan dengan unsur-unsur lainnya.
3.    Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebudayan dalam setiap masyarakat dapat memengaruhi kepribadan seseorang. Misalnya kebudayaan petani, kebudayaan kota dan kebudayaan industri tentu memperlihatkan corak kepribadian yang berbeda.
Memang terdapat karakteristik umum dari suatu masyarakat, namun, tidak berarti bahwa semua anggota termasuk didalamnya. Ssejalan dengan itu, ketika membahas kepribadian umum bangsa-bangsa, suku bangsa, kelas sosial, dan kelompok-kelompok berdasarkan pekerjaan, daerah, maupun kelompok sosial lainnya. Perlu diingat bahwa kepribadian umum merupakan serangkaian ciri kepribadian yang dimiliki oleh sebagian besar anggota kelompok sosial yang bersangkutan.
4.    Faktor Pengalaman Kelompok
Kelompok yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seseorang dibedakan menjadi tiga.
a.    Kelompok Auan (Kelompok referensi)
Sepanjang hidup seseorang, kelompok-kelompok tertentu dijadikan model yang penting bagi gaggasan atau norma-norma perilaku. Mula-mula kelompok keluarga adalah kelompok yang dimiliki bayi selama masa-masa yang paling peka. Pembentukan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh pola hubungan dengan kelompok referensinya di tahun-tahun pertama. Selain keluarga, kelompok referensi yang lain adalah teman-teman sebaya yang sama usia dan statusnya. Peran kelompok sepermainan ini dalam perkembangan kepribadian seorang anak akan semakin berkurang dengan semakin terpencarnya mereka setelah menamatkan SMA atau SMK.
b.   Kelompok majemuk
Kelompok majemuk menunjuk pada kenyataan masyarakat yang lebih beraneka ragam. Bermacam-macam kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang aneka nilai dan norma dalam masyarakat. Suatu norma yang dianggap penting oleh suatu kelompok masyrakat, dapat saja dianggap tidak perlu oleh anggota masyarakat lainnya.
Dalam kenyataanya, corak perilaku kelompok sebaya atau kelompok referensi sering kali bertentangan dengan perilaku keluarga bahkan masyarakat pada umumnya. Kelompok seperti ini biasanya banyak diikuti anak-anak dan remaja.
c.    Faktor Penglaman Unik
Pada lingkungan keluarga yang sama, tidak ada individu yang memiliki kepribadian yang sama, karena meskipun berada dalam satu keluarga tidak mendapatkan pengalaman yang sama. Begitu juga dengan pengalaman yang dialami oleh seseorang yang lahir kembar, tidak akan selalu sama.
Menurut Paul B. Horton, kepribadian tidak dibangun dengan menyusun peristiwa diatas peristiwa lainnya. Arti dan pengaruh suatu pengalaman tergantung pada pengalaman-pengalamn yang mendahuluinya. Pengalaman-pengalaman yang unik akan memengaruhi kepribadian seseorang. Kepribadian berebeda-beda antara satu dengan yang lainnya karena pengalaman yang dialami seseorang itu unik dan tidak ada satu orang pun yang dapat menyamainya.

C.  Hubungan anatara Kepribadian, Sosialisasi dan Kebudayaan
1.    Kebudayaan
Koentjaraningrat menyebutkan bahwa kata kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Berikut ini kebudayaan menurut para ahli :
Ø E.B. Taylor
Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi engetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Ø Kluckhohn dan Kelly
Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional yang ada pada suatu waktu sebagai pedoman yang potensial untuk perilau manusia.
Ø Koentjaraningrat
Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan maysarakat yang dijadikan milik diri manusaia dengan belajar.
Ø Selo oemardjan dan Soeleman sumardi
Semua hasil karya, raasa dan cipta asyarakat.
Berdasarkan definsi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal penting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan.
a.    Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman ada tiga wujud kebudayaan, yaitu
1)   Gagasan
Merupakan wujud ideal kebudayaan yang berupa kumpulan ide-ide, nilai-nilai, norma-norma, peraturan. Bersifat abstrak, tidak dapat diraba dan disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak pada kepala atau dia alam pikiran warga masyarakat tersebut. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan merka dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya paara penulis warga masyarakat tersebut.
2)   Aktifitas
Merupakan wujud kenudayaan sebagi suatu kegiatan serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat iru. Wujud yang kedua ini sering pula disebut dengan siitem sosial.
3)   Artefak
Merupakan wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktifitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat. Wujuda artefak dapat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan. Sifat artefak paling konkret diantara ketiga wujud kebuadayaan lainnya sehingga paling mudah dilihat dan diidentifikasi dalam kehidupan sehari-hari.



b.   Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat, dengan mengacu pada pendapat Kluckhohn, menggolongkan unsur-unsur poko yang ada pada tiap kebudayaan dunia sebagai berikut:
1)   Bahasa
2)   Sistem pengetahuan
3)   Organisasi sosial
4)   Sistem peralatan hidup dan teknologi
5)   Sistem mata pencaharian hidup
6)   Sistem religi
7)   Kesenian
c.    Komponen kebudayaan
1)   Kebudayaan material
Kebuadayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Termasuk dalam kebudayaan meterial adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi dan mencakup barang-barang.
2)   Kebudayaan nonmaterial
Sosiologi cenderung memusatkan perhatian pada kebudayaan nonmateria, yaitu ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi dalm masyarakat. Inilah denyut nadi kehidupan sosial.

2.    Kebudayaan dan Pengaruhnya terhadap Kepribadian
Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat, bukan karakter undividual. Semua yang dipeajari dalam kehidupan sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan kebuadayaan. Menurut Ralph Linton, kebudayaan adalah warisan sosaial dari anggota-anggota suatu masyarakat.
M.J. Herskovits memaandang budaya sebagai sesuatu yang superorganic karena nudaya bersifat turun temurun meskipun masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan oleh kematian dan kelahiran. Kemudian, budaya langsung memengaruhi perilaku da kepribadian individu karena individu tinggal dalm lingkungan masyarakat yang memiliki budaya itu.
Theodore M. Newcomb mengatakan kepribadian menunjuk pada organisasi sikap-sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui berfikir dan merasakan secara khusus apabila dai berhubungan dengan orang lain atau menanggapi sesuatu keadaan.
Kebudayaan tidak bisa lepas dari kepribdian individu melalui suatu proses belajar yang panjang. Dalam proses belajara yang disebut sosialisasi itu kepribadian atau watak tiap-tiap indvidu pasti juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kepribadian itu secara keseluruhan.
Sebaliknya, kebudayaan suatu masyarakat turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian suatu individu dalam suatu masyrakata, walaupun berbeda satu sama lainnya, dirangsang dan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norama dalam sisitem budaya dan juga sistem sosial yang telah diinternalisasinya melalaui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidup sejak masa kecilnya.

0 komentar:

Posting Komentar

S P I R I T

Dalam Hidup Ini Semua Ada Waktunya ,

Ada Waktu nya Kita Merasakan Kebahagiaan,

Ada Juga Saatnya Kita Merasakan Kekecewaan,,

Layaknya Kuncup Bunga Yang Ada Waktunya Untuk Mekar,

Begitupun Dalam Kehidupan Ini,Yang Semua nya Ada Waktu nya Untuk Menjadi Indah.